Rabu, 25 Mei 2011

Desain Organisasi ; Dimensi dan Bentuk Desain Organisasi

1. Dimensi Desain Organisasi

Menurut Richard L. Daft (Daft, 1998, p.15), dimensi desain organisasi terdiri dari 2 tipe yaitu :


A. Dimensi Struktural
yaitu dimensi yang menggambarkan karakteristik internal dari organisasi dan menciptakan suatu dasar untuk mengukur dan membandingkan organisasi. Dimensi struktural terdiri dari :

1. Formalisasi.
“Formalization refers to the extent to which rules, policies, procedures, formal training, norms, and traditions standarize behavior in an organization.” (Bedelan & Zammuto, 1991, 129). yang berarti formalisasi mengacu pada suatu tingkat yang terhadapnya pekerjaan di dalam organisasi itu dibakukan. Jika suatu pekerjaan sangat diformalkan, maka pelaksana pekerjaan tersebut mempunyai tingkat keleluasaan yang minimum mengenai apa yang harus dikerjakan, kapan harus dikerjakan, dan bagaimana ia harus mengerjakan. Ada 3 macam jenis formalisasi, yaitu :

a. Formalisasi berdasarkan pekerjaan
Dalam hal ini, organisasi menyatukan spesifikasi perilaku kerja dengan pekerjaan itu sendiri, dan biasanya hal ini di dokumentasikan pada deskripsi kerja yang formal. Pelaku pekerjaan atau pemegang jabatan akan diberitahu langkah apa yang harus dilakukan dalam melakukan suatu pekerjaan, dalam urutan yang bagaimana, kapan dan di mana.

b. Formalisasi berdasarkan aliran pekerjaan
Selain menghubungkan spesifikasi perilaku kerja dengan pekerjaan itu sendiri, organisasi juga dapat menyatukan spesifikasi tersebut dengan pekerjaan itu sendiri. Contoh : Seorang operator mesin percetakan menerima daftar instruksi untuk tiap-tiap
pencetakan.

c. Formalisasi berdasarkan peraturan
Formalisasi yang terakhir ini membangun suatu peraturan untuk semua situasi, semua pekerjaan, aliran kerja, semua karyawan. Peraturan ini juga mencakup siapa yang dapat dan tidak dapat melakukan sesuatu pekerjaan, kapan, di mana, dan dengan seijin
siapa.

2. Spesialisasi
“Specialization is the degree to which organizational tasks are subdivided into separate jobs.” (Daft, 1998, p.16). Hakikat spesialisasi adalah bahwa, daripada dilakukan oleh satu individu, lebih baik seluruh pekerjaan itu dipecah-pecah menjadi sejumlah langkah, dengan tiap langkah diselesaikan oleh seorang individu yang berlainan. Pada dasarnya, individu-individu berspesialisasi dalam mengerjakan bagian dari suatu kegiatan, bukannya mengerjakan seluruh kegiatan. Suatu spesialisasi kerja dikatakan bersifat ekstensif apabila setiap karyawan hanya mengerjakan tugas-tugas tertentu yang sempit wilayahnya. Suatu spesialisasi dikatakan rendah apabila karyawan mengerjakan tugas-tugas yang mempunyai batasan yang luas.
Kadang-kadang spesialisasi disebut juga sebagai “division of labor”. Ada 2 (dua) tipe spesialisasi, yaitu :

a. Spesialisasi horizontal
Spesialisasi horizontal ini menunjuk pada ruang lingkup suatu pekerjaan, atau pada tingkat mana seorang karyawan melakukan suatu pekerjaan yang lengkap. Semakin kecil bagian suatu karyawan terhadap suatu pekerjaan secara keseluruhan, maka semakin horizontal tingkat spesialisasi pada pekerjaan tersebut.

b. Spesialisasi vertikal

Spesialisasi vertikal menunjuk pada tingkat kontrol yang dimiliki oleh seorang karyawan terhadap suatu pekerjaan. Semakinbanyak keputusan yang dibuat oleh seorang karyawan, mengenai bagaimana dan kapan harus melakukan suatu tugas, dan semakin terbatas perilaku karyawan untuk melakukan tugas tersebut diatur oleh peraturan, prosedur, pengawasan ataupun teknologi, semakin rendah
tingkat spesialisasi vertikalnya.

3. Standarisasi
Any procedure that occurs regularly, is legitimized by the organization, has rules that cover circumstances dan applies invariably.(Jackson & Morgan, 1978, 92)
Standarisasi menunjuk pada prosedur yang di desain untuk membuat aktivitas organisasi menjadi teratur, dan hal ini secara otomatis akan memfasilitasi adanya koordinasi.

4. Hierarki Otoritas.
Authority refers to the rights inherent in a managerial position to give orders and expect the orders to be obeyed.” (Robbins, 2003,429)
Otoritas merupakan bentuk dari kekuasaan yang ada pada suatu posisi atau kantor. Ketika hak untuk mengatur bawahan termasuk dalam otoritas seseorang, maka otoritas tersebut memberikan hak untuk membatasi pilihan dan perbuatan yang dilakukan oleh bawahan. Bawahan diharapkan mematuhi perintah dari atasan. Meskipun jenis kekuasaan ini mempunyai batasan-batasan, namun otoritas memberikan kebebasan beberapa anggota organisasi untuk membuat kebijaksanaan dan bertindak, dibandingkan anggota organisasi lainnya.
Hierarki otoritas menggambarkan siapa melapor pada siapa dan bagaimana kontrol dari seorang manajer. Hierarki berhubungan dengan “span of control”, yaitu jumlah karyawan yang melapor pada seorang supervisor.
Ketika span of control ini sempit, hierarki otoritasnya cenderung tinggi, ketika span of control ini lebar, hierarki otoritasnya akan lebih pendek.

5. Kompleksitas
Kompleksitas menunjuk pada jumlah aktivitas maupun subsistem pada organisasi. Kompleksitas bisa diukur melalui 3 ( tiga ) diferensiasi yaitu vertikal, horizontal dan spatial.

a. Diferensiasi vertikal. Semakin banyak tingkatan yang ada antara manajemen puncak dengan bagian operasional, organisasi tersebut semakin kompleks. Hal ini dikarenakan ada potensi yang lebih besar untuk komunikasi yang terputus dan semakin
sulit untuk mengkoordinasikan keputusan antar manajer. Selain itu juga lebih sulit bagi manajemen puncak untuk mengamati dari dekat kegiatan yang dilakukan oleh pihak operasional.

b. Diferensiasi horizontal adalah jumlah jenis pekerjaan satu departemen yang ada pada organisasi. Semakin banyak jumlah pekerjaan yang ada pada suatu organisasi yang membutuhkan pengetahuan dan keahlian khusus, semakin tinggi kompleksitas horizontal pada organisasi tersebut. Orientasi yang berbeda-beda ini menyebabkan adanya kesulitan yang lebih besar bagi para anggota organisasi untuk berkomunikasi dan lebih menyulitkan bagi manajemen untuk mengkoordinasikan aktivitas mereka.

c. Diferensiasi spatial adalah jumlah daerah dari keberadaan organisasi secara fisik. Dengan meningkatnya diferensiasi spatial ini maka semakin tinggi pula kompleksitasnya.

6. Sentralisasi
Istilah sentralisasi mengacu pada sampai tingkat mana pengambilan keputusan dipusatkan pada suatu titik tunggal dalam organisasi. Konsep itu hanya mencakup wewenang formal, yaitu hak-hak inheren dalam posisi seseorang. Dikatakan bahwa ketika manajemen puncak membuat keputusan-keputusan kunci dalam organisasi dengan masukan yang terbatas dari karyawan yang berada di bawahnya, maka organisasi tersebut memiliki tingkat sentralisasi tinggi. Sebaliknya, semakin banyak karyawan yang berada di bawah manajemen puncak memberikan masukan bagi pengambilan keputusan, maka dikatakan bahwa organisasi lebih terdesentralisasi. Pada perusahaan yang memiliki karakter sentralisasi tinggi akan mempunyai struktur yang berbeda dengan perusahaan yang terdesentralisasi. Pada perusahaan yang terdesentralisasi, tindakan dapat lebih cepat dilakukan ketika hendak memecahkan suatu permasalahan, lebih banyak orang yang memberikan masukan pada suatu keputusan, dan karyawan tidak akan terlalu merasa berbeda dengan orang-orang yang membuat keputusan yang mempengaruhi kehidupan kerja mereka.

7. Profesionalisme
Profesionalisme adalah level dari pendidikan formal dan training yang harus dimiliki dan diikuti oleh karyawan. Profesionalisme dianggap tinggi apabila karyawan harus mengikuti training dalam jangka waktu yang lama untuk memegang suatu pekerjaan atau jabatan pada perusahaan.

8. Personnel ratio.
Personel ratio menunjuk pada jumlah karyawan pada suatu fungsi atau departemen tertentu.

B. Dimensi Kontektual, yaitu dimensi yang menggambarkan keseluruhan dari suatu organisasi. Dimensi ini memperlihatkan susunan organisasi yang mempengaruhi dan membentuk suatu dimensi struktural organisasi. Terdiri dari :

1. Ukuran. Ukuran adalah besarnya suatu organisasi yang terlihat dari jumlah orang dalam organisasi tersebut. Organisasi dapat diukur sebagai suatu keseluruhan atau melalui komponen-komponen yang spesifik, misalnya melalui divisi yang ada. Namun biasanya organisasi diukur melalui jumlah karyawan, sebab organisasi merupakan suatu sistem sosial.

2. Teknologi Organisasi. Teknologi organisasi adalah dasar dari subsistem produksi, termasuk teknik dan cara yang digunakan untuk mengubah input organisasi menjadi output.

3. Lingkungan. Lingkungan mencakup seluruh elemen di luar lingkup organisasi. Elemen kunci mencakup industri, pemerintah, pelanggan, pemasok dan komunitas finansial. Elemen lingkungan yang paling sering berdampak pada suatu organisasi biasanya adalah organisasi yang lain.

2. Bentuk Desain Organisasi

Bentuk dari desain organisasi ini ditentukan oleh tingkat formalisasi yang  dilakukan, tingkat sentralisasi dalan organisasi, kualifikasi karyawan, span of control  yang ada serta komunikasi dan koordinasi yang ada dalam organisasi (Robbins, 2003,136). Bentuk desain organisasi terdiri dari :

1. Organic
Pada organisasi yang berbentuk organic, maka dalam organisasi ini terdapat tingkat formalisasi yang rendah, terdapat tingkat sentralisasi yang rendah, serta diperlukan training dan pengalaman untuk melakukan tugas pekerjaan. Selain itu terdapat span of control yang sempit serta adanya komunikasi horisontal dalam organisasi.

2. Mostly Organic
Pada organisasi yang berbentuk mostly organic, formalisasi dan sentralisasi yang diterapkan berada di tingkat moderat. Selain itu diperlukan pengalaman kerja yang banyak dalam organisasi ini. Terdapat span of control yang bersifat antara horisontal yang bersifat verbal dalam organisasi tersebut.

3. Mechanistic
moderat sampai lebar serta lebih banyak komunikasi Pada organisasi yang berbentuk mechanistic, terdapat ciri-ciri yaitu : adanya tingkat formalisasi yang tinggi, tingkat sentralisasi yang tinggi, training atau pengalaman kerja yang sedikit atau tidak terlalu penting, ada span of control yang lebar serta adanya komunikasi yang bersifat vertikal dan tertulis.

4. Mostly Mechanistic
Pada jenis organisasi ini, terdapat ciri-ciri yaitu : adanya formalisasi dan sentralisasi pada tingkat moderat, adanya training-training yang bersifat formal atau wajib, span of control yang bersifat moderat serta terjadi komunikasi tertulis maupun verbal dalam organisasi tersebut.

Senin, 23 Mei 2011

Belajar HTML Dasar 3

Belajar HTML-Dasar 3

HTML-dasar3 Setelah Anda mempelajari HTML – Dasar 2 pada blok ini mengenai element-element text, kali ini saya akan mencoba memaparkan tentang mengenai elemen-elemen dasar Link <A> mudah-mudahan dengan mempelajari bagian ini anda dapat memahami penggunaan element-element untuk menghubungkan ke internal atau eksternal halaman web dan juga dilengkapi dengan elemen Daftar urutan yang nantinya berguna untuk membuat website atau blog Anda lebih kelihtan rapi.

Link/AnchorLink <A>

Objektif :
Setelah mempelajari materi Link ini diharapkan anda dapat memahami penggunaan element-element untuk menghubungkan ke internal atau eksternal halaman web.

Element :

Element  </A>

Element </a> , befungsi untuk menghubungkan ke internal ataupun eksternal halaman web. Element ini mempunyai attribute href, name, dan target.  Attribute href berfungsi sebagai hypertext reference yang mempunyai nilai URI (uniform resource identifier) yang akan menghubungkan ke eksternal halaman web. Attribute name berfungsi untuk menghubungkan ke tempat tujuan dalam halaman web (anchor). Attribute target berfungsi untuk menampilkan halaman web pada suatu jendela frame atau jendela baru.

Sintaks:

<a href="uri" name="name" target="_blank"|"parent"|"_top"|"_self">
   ...........................
</a>                                                                                                                              -------------

Element </a> sering disebut juga dengan perintah anchor <A> digunakan untuk membuat suatu link. Untuk membuat link ke dokumen HTML lain digunakan perintah <A HREF = “nama_dokumen”>Teks pada browser</A>.
Anda juga bisa membuat link dalam sebuah dokumen HTML. Untuk itu perlu dipersiapkan nama anchor lokasi tujuan dari link tersebut. Nama anchor dibuat dengan menambahkan atribut NAME pada tag <A>. Misalnya <A NAME = “Bugs”</A>. Cara melakukan link ke bagian tersebut adalah <A HREF = “#nama_anchor”>teks pada browser</A>.

Contoh:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Link</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<A NAME="traffic">3 Cara meningkatkan traffic blog :</A>
<BLOCKQUOTE>
<P>1.Pakai Teknis SEO,<A HREF="http://bisnisonlinetop1.blogspot.com
/2011/05/cara-cerdas-meningkatkan-pagerange.html">Baca selengkapnya</A>
<P>2.Niche Content
<P>3.Gratiskan apa yang bisa digratiskan
<P>
<A HREF="http://bisnisonlinetop1.blogspot.com
/2011/05/keyword-teknis-seo.html
">Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan klik disini</A>
</BLOCKQUOTE>
<P><A NAME="traffic">link no error</A>
<BLOCKQUOTE>
<P>Pastikan tidak ada link yang error di blok Anda
<BR>Tidak kebayangkan pengunjung yang kecewa dan pergi karena ada link yang rusak.
</BLOCKQUOTE>
<P><A HREF="http://bisnisonlinetop1.blogspot.com/2011/05/seo-anchor-text-dan-teknis-optimasi-seo.html
">Untuk cara teknis SEO baca selengkapnya</A>
<BLOCKQUOTE>
<P>Link navigasi blok harus tersusun secara rapi
<BR>Dan tidak membingungkan pengunjung.
</BLOCKQUOTE>
<P><A HREF="#traffic">kembali ke atas</A>
</BODY>
</HTML>

 linkhtml1 

3 HTML Daftar Urutan

Objektif :
Setelah mempelajari materi ini diharapkan anda dapat memahami penggunaan element-element untuk pembuatan daftar urutan.

Element  :

Element OL(ordered list), Element UL(unordered list), Element LI(list item).

1. Element OL (Orderd List).

Element OL berfungsi untuk membuat nomor daftar urut. Element ini mempunyai attribute yaitu start, dan type. Attribute start berfungsi untuk memberikan nilai awal dari daftar urutan, attribute type berfungsi untuk memilih bentuk daftar urutan yaitu A untuk abjad huruf besar, a untuk abjad huruf kecil, I untuk abjad romawi besar, i untuk abjad romawi kecil, 1 untuk angka decimal (default: start="1" type="1" ). Dalam element OL harus terdapat beberapa element LI.

Sintaks:

<ol start="number" type="A"|"a"|"I"|"i"|"1">
........................
</ol>

Ordered list digunakan untuk membuat daftar dimana tiap bagiannya memiliki nomor secara berurut. Ordered list dimulai dengan menggunakan tag <OL> dan diakhiri </OL>. Untuk menyatakan tiap bagiannya digunakan tag <LI> dimana tag ini tidak menggunakan penutup.

Contoh:

<HTML>
<HEAD><TITLE>Ordered List</TITLE></HEAD>
<BODY>
5 situs PTC yang sangat direkomendasikan
<OL>
<LI>NEOBUX                                                 
<LI>ONBUX                                                 <LI>INCREASEBUX                                             <LI>ClikSense   <LI>SchnaapKliks                                                           </OL>
</BODY>
<HTML>

olhtml

Ketika menggunakan perintah ordered list maka default penomoran adalah 1, 2, 3, …, Anda bisa mengubah nomor tersebut menggunakan atribut TYPE pada tag <OL>.

  • TYPE = 1 ; daftar berurut dengan nomor 1, 2, 3 (default)
  • TYPE = I ; daftar berurut dengan menggunakan bilangan Romawi besar (I, II, III, IV, …)
  • TYPE = I ; daftar berurut dengan menggunakan bilangan Romawi huruf kecil (i, ii, iii, iv, …)
  • TYPE = A ; daftar berurut dengan menggunakan abjad besar (A, B, C, D, …)
  • TYPE = a ; daftar berurut dengan menggunakan abjad kecil (a, b, c, d, …)

Selain mengubah jenis penomoran, HTML juga menyediakan perintah untuk menentukan nilai awal penomoran. Atribut yang digunakan adalah START = n, dimana n adalah nilai awal penomoran.

Contoh:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>OL atribut type</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<OL TYPE=A>
<LI>Tiga Payment Processor Yang Legitimasi :                       
<OL TYPE=I>
<LI>PayPal                                                  <LI>AlertPay
<LI>LibertyReserve
</OL>
<LI>Tiga Lainnya :                                            
<OL TYPE=1 START=4>
<LI>Netteler                                                
<LI>HooPays
                                                          <LI>WebMoney                                               
</OL>
</BODY>
<HTML>

olhtml2

 

2. Element UL (Unordered List)

Element UL berfungsi untuk membuat daftar tanpa nomor urut (dalam format bullet). Element ini mempunyai attribute yaitu type. Attribute type berfungsi untuk memilih bentuk bullet yang digunakan. Nilai dari pada attribute type ini adalah "circle", "square" dan "disc" . Dalam element UL harus terdapat beberapa element LI.

Sintaks:

<ul  type="circle"|"square"|"disc">
      ..........................
</ul>

Berbeda dengan ordered list, dalam unordered list tidak dijumpai urutan dalam suatu daftar. Setiap bagian dari unordered list ditandai dengan tanda bullet. Tanda bullet menjadi defaultdalam unordered list. Untuk membuat daftar dengan tanda ini digunakan tag awal <UL> dan tag akhir </UL>. Sama seperti ordered list, untuk tiap-tiap bagian digunakan <LI> tanpa tag penutup.

Contoh:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Element Unordered List</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Tiga Situs Bisnis Internet                                        <UL>
<LI>PTC ( Paid To Click )
<LI>PTSurv. ( Paid To Surveys )
<LI>PPC ( Paid Per Click )                                  
</UL>
</BODY>
<HTML>

ULhtml1

Selain default tanda bullet, Anda bisa menggunakan tanda cakram/disk, lingkaran, atau kotak. Caranya dengan menggunakan atribut TYPE pada tag <UL>

Contoh:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Element UL dengan atribut</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Jenis bisnis Internet Marketing                                   <UL TYPE=square>
<LI>Ad Network                                                <LI>Art Supply Store                                       <LI>Amazon                                                        <LI>etc.
</UL>
</BODY>
<HTML>

ulhtml2

3. Element LI (List Item)

Element LI merupakan isi dari pada daftar. Element ini harus berada di dalam element OL atau UL. Element ini mempunyai attribute type dan value. Nilai attribute type adalah A,a,I,i,1,circle,square,disc dan attribute value berisikan nilai nomor urutan dari attribute type.

Sintaks:

<li type="A"|"a"|"I"|"i"|"1"|"circle"|"square"|"disc">
      ..........................
</li>

Sampai disini saya harap Anda sudah dapat memahami seluiruh element dasar utama pada  program HTML, untuk lebih memperdalamnya lagi silahkan Anda melanjutkannya ke tingkat lanjutan …!!!

Sabtu, 21 Mei 2011

Belajar HTML Dasar 2

Belajar HTML Dasar-2

HTML-dasar2MATERI :

Element B(bold), Element I(italic), Element (underline),  Element BR(line break), Perintah tag <BLOCKQUOTE>, Preformatted Text <PRE>,Element H1,H2,H3,H4,H5,H6 <header>, Element ukuran font <FONT SIZE>, Element CENTER, Element BASEFONT, Element FONT, Membuat jenis huruf yang diinginkan dengan menggunakan Atribut FACE , Atribut COLOR digunakan untuk mengatur warna font yang akan digunakan, Element HR(horizontal rule)

Objektif :

Setelah mempelajari materi ini diharapkan anda dapat memahami penggunaan element-element untuk pemformatan teks.

Element B (Bold)
Element B berfungsi untuk membuat tampilan teks tercetak tebal (bold).

Sintaks:

<b>
      ..........................
</b>

Element I (Italic)
Element I berfungsi untuk membuat tampilan teks tercetak miring (italic).

Sintaks:

<i>
      ..........................
</i>

Element U (Underline)
Element U berfungsi untuk membuat tampilan teks tercetak garis bawah (underline).

Sintaks:

<u>
      ..........................
</u>

Element HR (Horizontal Rule)

Element HR berfungsi untuk membuat suatu garis horizontal. Element ini tidak mempunyai tag penutup dan mempunyai attribute align untuk menempatkan posisi secara horizontal ("left", "center", "right"), size untuk ukuran ketebalan garis ("pixel"), width untuk ukuran panjang garis ("persen"), dan noshade (garis solid).

Sintaks:

<hr align="left"|"center"|"right" size="pixel" width="persen" noshade>

Begin Row (BR) atau Line Break

Tag ini digunakan untuk menulis teks pada baris berikutnya. Tag <BR> membuat baris baru tanpa memberi baris kosong di bawahnya.

Element BR berfungsi untuk ganti baris. Dan element BR ini tidak mempunyai tag penutup.

Sintaks:

<br>

Contoh:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Begin Row</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<P>Ada 3 jenis payment processor yang sangat direkomendasikan untuk melakukan transaksi bagi pelaku bisnis secara online, contohnya yaitu :
<BR>PayPal                                                    <BR>AlertPay                                            <BR>LibertyReserve                                           
</BODY>
</HTML>

BRhtml1

Element H1,H2,H3,H4,H5,H6 (Header)

Element H1,H2,H3,H4,H5,H6 berfungsi untuk membuat header dengan format 6 jenis ukuran huruf  dan tercetak tebal. Nilai ukuran huruf terbesar adalah H1 dan terkecil adalah H6. Element ini mempunyai attribute yaitu align yang bernilai "left", "center", "right" yang menspesifikasikan posisi horizontal dari header (default: "left").

Sintaks:

<hx align="left"|"center"|"right">
      ..........................
</hx>
x : 1 ... 6

Perintah tag Blockquote

Perintah tag <BLOCKQUOTE> digunakan untuk menulis kutipan teks. Dengan perintah ini browser akan menampilkan teks menjorok ke dalam (meng-identasi teks) atau menampilkan teks dalam bentuk huruf miring.

Contoh:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>BLOCKQUOTE</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H3>Google Analytics</H3>
<BLOCKQUOTE>
Tool ini adalah milik Google yang mempunyai fiture yang cukup lengkap dan sangat handal, sehingga sangat banyak digunakan oleh para webmaster. Anda tidak perlu membayar untuk memakai tool ini, Tool ini cukup canggih digunakan untuk melacak keyword pengunjung blok Anda.                                             
</BLOCKQUOTE>
</BODY>
</HTML>

quotehtml

Preformatted Text <pre>

Element PRE berfungsi untuk menampilkan teks seperti apa adanya.

Sintaks:

<pre>
      ..........................
</pre>

Preformatted Text (PRE) digunakan untuk menampilkan teks sama seperti yang Anda ketikkan dalam dokumen HTML. Browser akan menampikan teks tersebut dalam font monospaced, yaitu seperti terlihat dalam teks yang tampilkan oleh aplikasi berbasis teks ( misalnya tentang Google AdSense ).

Contoh:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Preformatted Text</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<PRE>
Sebagian besar blogger yang menambahkan fasilitas Google AdSense biasanya berfikir untuk menjadikan blognya sebagai monetize blog. Kadang Website dalam bentuk CMS juga dioptimasi agar bisa mendatangkan traffic sebanyak-banyaknya yang pada gilirannya meningkatkan peluang penambahan pendapatan di AdSense.         </PRE>
</BODY>
</HTML>

performatexthtml

Element BASEFONT

Element BASEFONT berfungsi untuk merubah dasar ukuran huruf tampilan dari web browser. Attribute dari element ini adalah size yang merupakan ukuran  huruf dengan nilai "1" sampai dengan "7" pixel, atau berupa ukuran relatif ( + atau - ), default nya adalah "3" pixel. Element ini tidak mempunyai tag penutup.

Sintaks:

<basefont size="pixel">

Element CENTER

Element CENTER berfungsi untuk menampilkan teks dengan posisi horizontal ditengah.

Sintaks:

<center>

Ukuran Font

Untuk mengatur huruf dokumen HTML digunakan tag <FONT SIZE>. Tag <FONT SIZE> memiliki beberapa atribut untuk mengatur ukuran huruf yang akan digunakan.

Contoh:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ukuran font</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<FONT SIZE=1>Ukuran font 1</FONT>
<FONT SIZE=2>Ukuran font 2</FONT>
<FONT SIZE=3>Ukuran font 3</FONT>
<FONT SIZE=4>Ukuran font 4</FONT>
<FONT SIZE=5>Ukuran font 5</FONT>
<FONT SIZE=6>Ukuran font 6</FONT>
<FONT SIZE=7>Ukuran font 7</FONT>
</BODY>
</HTML>

fontsizehtml

Jenis Font

Atribut FACE digunakan untuk mengatur jenis huruf yang diinginkan. Atribut FACE harus diisi dengan string jenis font seperti Arial, Times New Roman,Verdana, dan sebagainya.

Contoh:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Jenis Font</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<FONT SIZE=5>
<FONT FACE = "Arial">Arial, contoh Hobi ngenet dapat duit<P>
<FONT FACE = "Verdana">Verdana , contoh Tips internet marketing <P>
<FONT FACE = "Times New Roman">Times New Roman, contoh Tips SEO<P>
</BODY>
</HTML>

fontjenishtml

Warna Font

Atribut COLOR digunakan untuk mengatur warna font yang akan digunakan. Untuk memberi nilai pada atribut color, ada dua cara. Cara pertama dengan menuliskan nama warna seperti Red, Blue, Yellow, White, dll. Sedangkan cara kedua adalah dengan menggunakan nilai RGB (Red Green Blue) dari suatu warna, misalnya FF0000 untuk Red, 00FF00 untuk green, dan 0000FF untuk Blue.

Contoh:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Warna Font</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<FONT SIZE=5>
<FONT COLOR = "green">AD Network<P>
<FONT COLOR = "#00FF00">Apartement Locator<P>
<FONT COLOR = "#0000FF">Art Supply Store<P>
</BODY>
</HTML>

colorhtml

LATIHAN :

Gunakan teks editor misalkan "Notepad" untuk menyunting dan menyimpan script latihan di bawah ini. Untuk melihat hasilnya bukalah file tersebut dengan menggunakan web browser favorit Anda

Latihan 1:
Menampilkan teks dengan ganti baris (element BR):

                Belajar bahasa pemrograman web. Dengan materi dasar HTML. Dan  JSP 
                Belajar bahasa pemrograman web. 
                Dengan materi dasar HTML. 
                Dan JSP.
Nama file: latihan2_1.html

<html>
<head>
<title>Latihan2-1</title>
</head>
<body>
Belajar bahasa pemgrograman web. Dengan mater dasar HTML. Dan JSP. <br>
<br>Belajar bahasa pemrograman web.<br>Dengan materi dasar HTML.<br>Dan JSP.
</body>
</html>

Latihan 2:
Menampilkan teks dalam bentuk paragraf (element P):
                           Tampilan teks sebelum paragraf.
                           Tampilan teks paragraf pertama.
                           Tampilan teks paragraf kedua.
                           Tampilan teks setelah paragraf.
Nama file: latihan2_2.html

<html>
<head>
<title>Latihan2-2</title>
</head>
<body>
Tampilan teks sebelum paragraf.
<p>Tampilan teks paragraf pertama.</p>
<p>Tampilan teks paragraf kedua.</p>
Tampilan teks setelah paragraf.
</body>
</html>

Tugas tambahan:
Gantilah setiap tag </p> dengan element BR, dan lihat hasilnya.

Latihan 3:
Menampilkan posisi horizontal kelurusan paragraf:
                           Paragraf ini pada posisi rata kiri (default)
                                                         Paragraf ini pada posisi rata tengah
                                                                                       Paragraf ini pada posisi rata kanan
                           Paragraf ini pada posisi rata kiri
Nama file: latihan2_3.html

<html>
<head>
<title>Latihan2-3</title>
</head>
<body>
<p>Paragraf ini pada posisi rata kiri (default)</p>
<p align="center">Paragraf ini pada posisi rata tengah</p>
<p align="right">Paragraf ini pada posisi rata kanan</p>
<p align="left">Paragraf ini pada posisi rata kiri</p>
</body>
</html>

Latihan 4:
Menampilkan teks sebagai header (element H):

             Ini Heading-1

                  Ini Heading-2

                      Ini Heading-3
          Ini Heading-4
                                    Ini Heading-5
                                     Ini Heading-6

Nama file: latihan2_4.html

<html>
<head>
<title>Latihan2-4</title>
</head>
<body>
<h1>Ini Heading-1</h1>
<h2>Ini Heading-2</h2>
<h3>Ini Heading-3</h3>
<h4>Ini Heading-4</h4>
<h5>Ini Heading-5</h5>
<h6>Ini Heading-6</h6>
</body>
</html>

Tugas tambahan:
Tempatkanlah tampilan isi element H3 di kanan dan H5 di tengah.

Latihan 5:
Menampilkan teks dalam format tebal, miring dan garis bawah:
                           Ini normal teks
Ini teks tercetak tebal (bold)
Ini teks tercetak miring (italic)
Ini teks tercetak garis bawah (underline)
Nama file: latihan2_5.html

<html>
<head>
<title>Latihan2-5</title>
</head>
<body>
Ini normal teks<br>
<b>Ini teks tercetak tebal (bold)</b><br>
<i>Ini teks tercetak miring (italic)</i><br>
<u>Ini teks tercetak garis bawah (underline)</u>
</body>
</html>

Tugas tambahan:
Buat teks tercetak miring dan tebal.

Latihan 6:
Menampilkan teks dalam bentuk apa adanya (element PRE):
                           Ini bentuk penulisan preformated text
                                apapun bentuknya tulisan ini akan ditampilkan
                           pada web browser
                                                 seperti apa adanya, alias yang ditulis
Nama file: latihan2_6.html

<html>
<head>
<title>Latihan2-6</title>
</head>
<body>
<pre>
Ini bentuk penulisan preformated text
apapun bentuknya tulisan ini akan ditampilkan
pada web browser
                        seperti apa adanya, alias yang ditulis
</pre>
</body>
</html>

Latihan 7:
Menampilkan teks pada posisi tengah jendela web browser (element CENTER):
                           Teks ini terletak di tengah layar web browser
                               dengan menggunakan element CENTER
Nama file: latihan2_7.html

<html>
<head>
<title>Latihan2-7</title>
</head>
<body>
<center>
Teks ini terletak di tengah layar web browser<br>
dengan menggunakan element CENTER
</center>
</body>
</html>

Latihan 8:
Menampilkan teks berdasarkan element BASEFONT:
                          Teks ini mempunyai size = 1
                          Teks ini mempunyai size = 2
                          Teks ini mempunyai size = 3
                          Teks ini mempunyai size = 4
                          Teks ini mempunyai size = 5
                          Teks ini mempunyai size = 6
                          Teks ini mempunyai size = 7
Nama file: latihan2_8.html

<html>
<head>
<title>Latihan2-8</title>
</head>
<body>
<basefont size="1">Teks ini mempunyai size=1<br>
<basefont size="2">Teks ini mempunyai size=2<br>
<basefont size="3">Teks ini mempunyai size=3<br>
<basefont size="4">Teks ini mempunyai size=4<br>
<basefont size="5">Teks ini mempunyai size=5<br>
<basefont size="6">Teks ini mempunyai size=6<br>
<basefont size="7">Teks ini mempunyai size=7
</body>
</html>

Latihan 9:
Menampilkan teks dengan menggunakan element FONT:
                           Teks dengan format color=fuchia; size=+2; face=verdana
                           Teks dengan format color=gray; size=6; face=algerian
                           Teks dengan format color=red; size=-1; face=impact
Nama file: latihan2_9.html

<html>
<head>
<title>Latihan2-9</title>
</head>
<body>
<font color="fuchsia" size="+2" face="verdana">
Teks dengan format color=fuchsia; size=+2; face=verdana<br>
</font>
<font color="gray" size="6" face="algerian">
Teks dengan format color=gray; size=6; face=algerian<br>
</font>
<font color="red" size="-1" face="impact">
Teks dengan format color=red; size=-1; face=impact
</font>
</body>
</html>

Latihan 10:
Menampilkan garis horizontal menggunakan elemen HR:



Nama file: latihan2_10.html

<html>
<head>
<title>Latihan2-10</title>
</head>
<body>
<hr align="left" size="6" width="30%">
<hr align="left" size="6" width="30%" noshade>
</body>
</html>

Kamis, 19 Mei 2011

Contoh Skripsi tentang PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA

Kata Kunci: Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Kepuasan Kerja
Motivasi kerja dan lingkungan kerja merupakan faktor penting untuk mencapai kepuasan kerja. Dengan adanya motivasi kerja pada guru dan karyawan dapat menimbulkan kemampuan untuk bekerja. Dengan adanya kemampuan bekerja maka kepuasan kerja akan meningkat. Para pegawai akan lebih menyukai lingkungan secara umum, lingkungan kerja yang baik akan membuat pegawai merasa nyaman melakukan pekerjaan. Sehingga tidaklah mungkin suatu pekerjaan akan terpuaskan tanpa adanya motivasi dan lingkungan kerja yang baik untuk menyelesaikan pekerjaan. Namun kebenaran dari argumen ini perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah : (1) Adakah pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja?, (2) Adakah pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja?, (3) Seberapa besar pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja?. Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja, (2) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja, (3) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja.
Adapun variabel yang diteliti meliputi motivasi kerja dan lingkungan kerja sebagai variabel bebas, sedangkan kepuasan kerja sebagai variabel terikat. Data diambil dengan teknik kuesioner, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja guru dan karyawan SMP Negeri 30 Semarang dalam kategori tinggi, yang berarti sebagian besar mempunyai minat, yang tinggi, telah tercukupi gajinya, kebutuhan akan rasa aman tercukupi, adanya hubungan interpersonal yang baik dan mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Dari hasil uji parsial diperoleh thitung sebesar
3,734 dengan p value = 0,000 < 0,05, yang berarti motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Besarnya pengaruh mencapai 18,8%. Lingkungan kerja di SMP Negeri 30 Semarang dalam kategori baik perwarnaan pada dinding ruangan, kebersihan, pertukaran udara, penerangan, keamanannya memberikan kenyamanan, meskipun dari segi suara masih bising, sebab dekat dengan jalan raya dan suara peralatan kerja. Dari hasil uji parsial diperoleh thitung = 3,469 dengan p value = 0,001 < 0,05, yang berarti lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Besarnya kontribusi lingkungan kerja sebesar 16,7%. Hasil uji simultan diperoleh Fhitung = 18,631 dengan p value = 0,000 < 0,05, yang berarti secara bersama-sama motivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh postif terhadap kepuasan kerja. Besarnya kontribusi motivasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja sebesar 38,3%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan bahwa ada pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja. Ditinjau dari lingkungan kerja, ternyata kondisi kebisingan yang timbul dari luar sekolah yaitu suara kendaraan bermotor yang masih belum terhindarkan. Oleh karena itu disarankan agar guru dan karyawan lebih berkonsentrasi terhadap pekerjaannya dan peralatan kerja (printer komputer, fotokopi, dll) yang dapat menimbulkan kebisingan untuk diletakkan di ruangan yang letaknya jauh dari ruangan guru Download Skripsi Lengkap disini

Analisis Break Event Point (Break Even Analysis) : Definisi, Manfaat, Asumsi Dasar dan Dampak Perubahan dari Beberapa Faktor dalam Analisa Break Even Point

Definisi Break Even Point

Pengertian analisa break even menurut Sigit (1993, p. 2) adalah suatu cara atau suatu teknik yang digunakan oleh seorang petugas atau manajer perusahaan untuk mengetahui pada volume (jumlah) penjualan dan volume produksi berapakah perusahaan yang bersangkutan tidak menderita kerugian dan tidak pula memperoleh laba.

Definisi analisa break even menurut Schmidgall, Hayes, dan Ninemeier (2002) adalah, “Break even analysis is a management tool that can help restaurant managers examine the relationship between various costs, revenues and sales volume. It allows to determine revenue required at any desired profit level that called Cost-Volume-Profit (CVP) analysis” (p. 169). yang kurang lebih memiliki arti : analisa titik impas adalah suatu alat manajemen yang dapat membantu manajer restoran untuk melihat hubungan antara bermacam-macam biaya, pendapatan dan volume penjualan. Melalui analisa titik impas, manajer juga dapat menentukan jumlah pendapatan yang diperlukan pada suatu tingkat pencapaian laba yang diinginkan yang juga biasa disebut Analisis Biaya-Volume-Laba .

Menurut Mulyadi (1993, 230) Analisa break even adalah suatu cara untuk mengetahui volume penjualan minimum agar suatu usaha tidak menderita rugi, tetapi juga belum memperoleh laba yang dengan kata lain labanya sama dengan nol.

Menurut Matz, Usry, dan Hammer (1991, p. 202), Analisa break even merupakan suatu analisa yang digunakan untuk menentukan tingkat penjualan dan bauran produk yang diperlukan agar semua biaya yang terjadi dalam periode tersebut dapat tertutupi, yang mana analisa tersebut dapat menunjukkan suatu titik dimana perusahaan tidak memperoleh laba ataupun menderita rugi.

Menurut Rony (1990, p. 358) Analisa break even atau disebut Analisis titik impas merupakan sarana bagi manajemen untuk mengetahui pada titik berapa hasil penjualan sama dengan jumlah biaya sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan maupun kerugian.

Bambang Riyanto, dalam bukunya "Dasar-dasar pembelanjaan Perusahaan" mengemukakan pengertian Analisa Break Even sebagai berikut:
"Analisa Break Even adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan. Oleh karena analisa tersebut mempelajari hubungan antara biaya - keuntungan - volume, maka analisa tersebut sering juga disebut 'cost-profit volume analysis (CPV analysis)', (1982: 290)".

Manfaat Analisa Break Even Point.

Menurut Rony (1990, p. 357) analisis titik impas atau analisis Break Even Point sangat bermanfaat bagi manajemen dalam menjelaskan beberapa keputusan operasional yang penting dalam tiga cara berbeda namun tetap berkaitan yaitu:
a. Pertimbangan tentang produk baru dalam menentukan berapa tingkat penjualan yang harus dicapai agar perusahaan memperoleh laba.
b. Sebagai kerangka dasar penelitian pengaruh ekspansi terhadap tingkat operasional.
c. Membantu manajemen dalam menganalisis konsekuensi penggeseran biaya variabel menjadi biaya tetap karena otomisasi mekanisme kerja dengan peralatan yang canggih.
Matz, Usry dan Hammer (1991, p. 224) juga menjelaskan beberapa manfaat analisa break even untuk manajemen, yaitu :
a. Membantu pengendalian melalui anggaran.
b. Meningkatkan dan menyeimbangkan penjualan.
c. Menganalisa dampak perubahan volume.
d. Menganalisa harga jual dan dampak perubahan biaya.
e. Merundingkan upah.
f. Manganalisa bauran produk.
g. Manerima keputusan kapitalisasi dan ekspansi lanjutan.
h. Menganalisa margin of safety.

Sedangkan menurut Sigit (1993, p. 1) analisa Break Even Point mempunyai beberapa manfaat, diantaranya adalah :
a. Sebagai dasar merencanakan kegiatan operasional dalam usaha mencapai laba tertentu.
b. Sebagai dasar atau landasan untuk mengendalikan aktivitas yang sedang berjalan.
c. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan harga jual.
d. Sebagai bahan atau dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan

Asumsi-Asumsi Dasar Analisa Break Even Point :
Beberapa asumsi yang berpengaruh dalam analisa break even menurut Mulyadi (1993, p. 259) adalah sebagai berikut :
a. Variabilitas biaya dianggap akan mendekati pola perilaku yang diramalkan.
b. Harga jual produk dianggap tidak berubah-ubah pada berbagai tingkat kegiatan.
c. Kapasitas produksi pabrik dianggap secara relative konstan.
d. Harga faktor-faktor produksi dianggap tidak berubah.
e. Efisiensi produksi dianggap tidak berubah.
f. Perubahan jumlah persediaan awal dan akhir dianggap tidak signifikan.
g. Komposisi produk yang dijual dianggap tidak berubah.
h. Volume merupakan faktor satu-satunya yang mempengaruhi biaya

Dampak Perubahan dari Beberapa Faktor dalam Analisa Break Even Point Menurut Mulyadi dalam buku Akuntansi Manajemen (1993, 259):
a. Suatu perubahan dalam biaya variabel akan mengakibatkan perubahan dalam contribution margin dan impas.
b. Suatu perubahan dalam harga jual akan mengakibatkan perubahan pada contribution margin dan impas.
c. Angka laba kontribusi hanya akan dipengaruhi oleh perubahan pada biaya variabel dan harga jual.
d. Suatu perubahan dalam biaya tetap mengakibatkan perubahan pada impas tapi tidak mempengaruhi laba kontribusi.
e. Suatu perubahan gabungan dalam biaya tetap dan biaya variabel pada arah yang sama akan menyebabkan perubahan tajam terhadap impas.

Belajar HTML Dasar I

Dasar-Dasar HTML

HTML-dasar1 HTML merupakan singkatan dari HyperText Markup Language adalah script untuk menyusun dokumen-dokumen Web.mendesain HTML berarti melakukan suatu tindakan pemrograman. Namun HTML bukanlah sebuah bahasa pemrograman. Namun HTML hanyalah berisi perintah-perintah yang telah terstruktur berupa tag-tag penyusun. Menuliskan tag-tag HTML tidaklah sebatas hanya memasukkan perintah-perintah tertentu agar HTML kita dapat di akses oleh browser. Mendesain HTML adalah  sebuah seni tersendiri. Homepage yang merupakan implementasi dari HTML adalah refleksi dari orang yang membuatnya. Untuk itu kita perlu mendesainnya dengan baik agar para pengunjung homepage yang kita buat merasa senang dan bermanfaat.
Mendesain HTML dapat dilakukan dengan dua cara:

  1. Menggunakan HTML Editor, seperti Microsoft FrontPage, Adobe Dreamweaver, dan lain-lain.
  2. Dengan cara menuliskan sendiri secara manual satu persatu tag-tag HTML ke dalam dokumen HTML.

Kedua cara diatas memiliki Kelebihan dan kekurangan. Cara pertama kelebihannya adalah HTML Editor merupakan sebuah program yang khusus didesain untuk membuat, melakukan editing bahkan mem-publish ke internet. Dengan kemampuannya menggabungkan kemudahan dan kecanggihan teknologi internet ke dalam dokumen HTML maka cara ini sangat disukai oleh para pemula dan desainer yang tidak ingin belajar lebih mendalam mengenai HTML. Sedangkan cara kedua adalah menuliskan secara manual satu persatu tag-tag HTML. Hal ini sangat disarakan sulit dikarenakan akan memakan tenaga dan waktu ekstra untuk melakukannya, ditambah lagi Anda harus melakukan cara-cara konvensional untuk melihat hasilnya pada web browser. Namun pada cara kedua adalah dasar dari segala bentuk HTML yang akan Anda pelajari, karena dengan cara itulah Anda akan lebih paham mengenai cara kerja dan berbagai perintah yang biasa dipakai pada bahasa HTML.

Struktur Dasar Dokumen HTML

Dokumen HTML disimpan dalam format teks reguler dan mengandung tag-tag yang memerintahkan web browser untuk mengeksekusi perintah-perintah yang dispesifikasikan. Struktur dasar dokumen HTML(Tag, Element, Attribute), Element HTML, Element HEAD, Element TITLE, Element BODY. Secara sederhana HTML terdiri dari dua bagian yaitu Header dan Body. Struktur HTML diapit oleh tag awal <HTML> dan tag akhir </HTML>. Standar penulisannya adalah:

<HTML>
<HEAD>
Deskrisi dokumen
</HEAD>
<BODY>
Isi dokumen
</BODY>
</HTML>

Contoh aplikasinya

Buatlah scrips teks seperti dibawah ini dengan menggunakan NotePad dan simpan filenya dengan nama latihan1.html

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Belajar Dasar-Dasar HTML</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Pelajaran Pertama saya mengenai pemerograman HTML, Ternyata Belajar HTML itu sangat mudah dan mengasyikan
</BODY>
</HTML>

Keterangan:

  • Tag <TITLE> digunakan untuk memberi judul dokumen HTML. Judul ini dapat Anda lihat pada pojok kiri atas (title bar) browser. Ketika orang akan mem-bookmark web Anda, maka judul inilah yang akan disimpan.
  • <BODY>  adalah isi dokumen yang akan ditampilkan dibrowser Anda

Untuk melihat hasilnya, silakan jalankan browser favorit Anda, dengan cara membuka file latihan1.html yang sudah Anda buat tadi dengan menggunakan browser seperti contoh tampilan dibawah ini saya menggunakan browser Mozila Firefox :

latihan1html 

Setelah mempelajari materi ini diharapkan anda dapat memahami struktur dasar dari dokumen HTML.

 

Referensi Tag HTML

1. Heading

Merupakan kepala dari dokumen HTML. Tag <head> dan tag </head> terletak di antara tag <html> dan tag </html>.

Sintaks:

<head>
...........
</head>

Heading adalah sekumpulan kata yang menjadi judul atau subjudul dalam suatu dokumen HTML. Heading berbeda dengan tag <TITLE> yang tidak bisa muncul dalam halaman web. HTML menyediakan enam tingkatan heading. Heading level 1 biasanya untuk judul utama.

Contoh:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Headings</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Heading Level 1</H1>
<H2>Heading Level 2</H2>
<H3>Heading Level 3</H3>
<H4>Heading Level 4</H4>
<H5>Heading Level 5</H5>
<H6>Heading Level 6</H6>
</BODY>
</HTML>

heading1

2. Paragraf

Untuk membuat paragraf digunakan tag <P>. Setelah tag <P> Anda bisa menulis isi paragraf dan paragraf tersebut harus diakhiri dengan penutup </P>. Anda bisa mengatur posisi paragraf dengan attribut ALIGN. Atribut ALIGN diikuti dengan posisi yang diinginkan. LEFT untuk rata kiri, CENTER untuk rata tengah dan RIGHT untuk rata kanan.

Contoh:

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Paragraf</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<P ALIGN="right">
Yang harus Anda sadari adalah mencari uang di internet bukanlah bisnis secara riil, tapi sebenarnya kita berhadapan dengan dunia maya,  yang perlu Anda cermati hanyalah banyak jebakan dalam dunia maya yang begitu cerdas dan banyak situs-situs web bisnis online yang buat Anda ragu berhasil atau gagal untuk menjalaninya, sehingga banyak orang terperdaya, tertipu dan menyia-nyiakan waktu bahkan uangnya dan akhirnya tidak ada hasil sama sekali, salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan yang mendalam tentang skill tekhnis dan strategy untuk sukses bisnis online.                  
<P ALIGN="center">
Memang, sampai saat ini masih banyak orang tidak percaya bahwa bisnis secara online bisa membuat penggunanya menjadi kaya raya, itu tidak benar, sebab kenyataannya banyak orang menjadikan bisnis online sebagai sumber penghasilannya yang besar, segera ikuti petunjuk-petunjuk yang ada dalam blok saya ini, Anda akan diarahkan bagaimana keberhasilan para interneter  kelas lokal maupun dunia yang membangun kekayaan secara bisnis online, dan rahasianya di kupas tuntas disini dan buktikan sendiri hasilnya, karena blog rahasia bisnis online ini adalah intisari dari ratusan situs web bisnis online dengan menggunakan trik dan strategy ampuh agar Anda bisa  membangun kekayaan secara online .                           <P ALIGN="left">
Untuk menjalani bisnis online agar Anda sukses, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan persiapan. Tahapan ini sangat penting dan Anda harus melakukannya karena dalam artikel ini memberikan Anda bukti keberhasilan bukan saja hanya menambah pengetahuan Anda tentang bagaimana menjalani bisnis online.      </P>
</BODY>
</HTML>

Dibawah ini adalah tampilan pada halaman browser dari contoh script diatas :

Paragrafhtml 

Dari struktur dasar HTML di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Tag
Adalah teks khusus (markup) berupa dua karakter "<" dan ">",  sebagai contoh <body> adalah tag dengan nama body.
Secara umum tag ditulis secara berpasangan, yang terdiri atas tag pembuka dan tag penutup (ditambahkan karakter "/" setelah karakter "<"), sebagai contoh <body> ini adalah tag pembuka isi dokumen HTML, dan </body> ini adalah tag penutup isi dokumen HTML.

b. Element
Element terdiri atas tiga bagian, yaitu tag pembuka, isi, dan tag penutup. Sebagai contoh untuk menampilkan judul dokumen HTML pada web browser digunakan element title, dimana:
<title> ini adalah tag pembuka judul dokumen HTML
Disini Judul Dokumen HTML ini adalah isi judul dokumen HTML
</title> ini adalah tag penutup judul dokumen HTML
Tag-tag yang ditulis secara berpasangan pada suatu element HTML,  tidak boleh saling tumpang tindih dengan pasangan tag-tag lainnya.
Contoh penulisan tag-tag yang benar

<p>
    <b>
................
    </b>
</p>

Contoh penulisan tag-tag yang salah

<p>
    <b>
................
</p>
</b>

c. Attribute
Attribute mendefinisikan property dari suatu element HTML, yang terdiri atas nama dan nilai. Penulisannya adalah sebagai berikut:

<TAG>
   nama-attr="nilai-attr"
   nama-attr="nilai-attr"
   .................
>
   .................
</TAG>

Secara umum nilai attribute harus berada dalam tanda petik satu atau dua. Sebagai contoh, untuk membuat warna teks menjadi kuning dan latarbelakang halaman web menjadi hitam, penulisannya adalah <body bgcolor="black" text="yellow">

d. Element HTML
Menyatakan pada browser bahwa dokumen Web yang digunakan adalah HTML.

Sintaks:

<html>
..........
</html>

e. Element HEAD
Merupakan kepala dari dokumen HTML. Tag <head> dan tag </head> terletak di antara tag <html> dan tag </html>.

Sintaks:

<head>
...........
</head>

f. Element TITLE
Merupakan judul dari dokumen HTML yang ditampilkan pada judul jendela browser. Tag <title> dan tag </title> terletak di antara tag <head> dan tag </head>.

Sintaks:

<title>
.........
</title>

g. Element BODY
Element ini untuk menampilkan isi dokumen HTML. Tag <body> dan tag </body> terletak di bawah tag <head> dan tag </head>.
Element BODY mempunyai attribute-attribute yang menspesifikasikan khususnya warna dan latarbelakang dokumen yang akan ditampilkan pada browser.

Sintaks:

<body text="v" bgcolor="w" background="uri" link="x" alink="y" vlink="z">
..............
</body>

Attribute text memberikan warna pada teks, bgcolor memberikan warna pada latarbelakang dokumen HTML, background memberikan latarbelakang dokumen HTML dalam bentuk gambar, link memberikan nilai warna untuk link, alink memberikan warna untuk link yang sedang aktif, vlink memberikan warna untuk link yang telah dikunjungi.
Jika attribute bgcolor dan background keduanya dispesifikasikan maka attribute background yang akan digunakan, akan tetapi jika nilai attribute background (gambar) tidak ditemukan pada dokumen HTML maka attribute bgcolor yang akan digunakan.

 

LATIHAN

Gunakan teks editor misalkan "Notepad" untuk menyunting dan menyimpan script latihan di bawah ini. Untuk melihat hasilnya bukalah file tersebut dengan menggunakan web browser favorit Anda

Latihan 1:
Menampilkan teks:
                           Belajar bahasa pemrograman web sangatlah mudah:)
Nama file: latihan1_1.html

<html>
<head>
<title>Latihan1-1</title>
</head>
<body> 
        Belajar bahasa pemrograman web sangatlah mudah:)                                       </body>
</html>

Tugas tambahan:
Gantilah teks tersebut dengan teks sesuai dengan teks yang Anda inginkan.

Latihan 2:
Merubah warna teks menjadi merah:
Belajar bahasa pemrograman web sangatlah mudah

Nama file: latihan1_2.html

<html>
<head>
<title>Latihan1-2</title>
</head>
<body text="red">
        Belajar bahasa pemrograman web sangatlah mudah:)                                      </body>
</html>

Tugas tambahan:
Cobalah untuk warna: maroon, black, yellow, white, lime, green, blue, red, olive, navy, purple, teal, gray, silver, fuchsia, aqua.

Latihan 3:
Merubah warna background menjadi hitam.
Nama file: latihan1_3.html

<html>
<head>
<title>Latihan1-3</title>
</head>
<body text="red" bgcolor="black">
        Belajar bahasa pemrograman web sangatlah mudah:)                                     

</body>
</html>

Tugas tambahan:
Cobalah untuk warna: maroon, black, yellow, white, lime, green, blue, red, olive, navy, purple, teal, gray, silver, fuchsia, aqua.

Latihan 4:
Merubah background dengan suatu gambar.
Nama file: latihan1_4.html

<html>
<head>
<title>Latihan1-4</title>
</head>
<body text="red" bgcolor="aqua" background="./images/image027.jpg">
       Belajar bahasa pemrograman web sangatlah mudah:)                                       </body>
</html>

catatan:
./images/ = nama direktori file gambar disimpan
image027.jpg = nama file gambar
Tugas tambahan:
Cobalah untuk file gambar: image050.jpg, image052.jpg, image058.jpg dan image060.jpg.

Jumat, 13 Mei 2011

Tips Backlink Pendongkrak PageRank

tips backlink Backlink adalah sebuah link atau teks yang berada di situs lain atau situs kita sendiri yang jika kita klik maka akan menuju ke suatu halaman lainnya dan ini disebut backlink untuk halaman yang dituju tersebut. Teks dari link ini biasanya berupa anchor text atau teks singkat yang biasanya adalah kata kunci dari halaman tujuan tersebut.

Fungsi dari backlink sangat penting untuk meningkatkan popularitas suatu situs atau biasa dikenal dengan pagerank yang jadi sebuah ukuran otoritas dan pentingnya situs tersebut terutama oleh mesin pencari seperti Google.

Disadari atau tidak, backlink merupakan salah satu hal yang bisa meningkatkan nilai jual. Mulai dari google pagerank sampai dengan alexa rank. Yang jelas, ini dikarenakan backlink merupakan salah satu parameter popularitas sebuah web/ blog.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkannya. Berikut ini ada 10 cara mendapatkan backlink.

  1. Komentar pada dofollow
    komentarlah pada dofollow blog. Beberapa blog menghilangkan attribute no follow mereka dari blognya. mereka memberikan kesempatan kepada pembaca blognya untuk mendapatkan backlink dari komentarnya. akan tetapi ini juga membantu pemilik blog untuk meningkatkan jumlah komentar dan webtraffic mereka.
  2. Directory submission
    Daftarkan situsmu pada situs directory submission. tapi bukan ke sembarang web direktori. Besok akan saya akan kasi review 130 free web direktori untuk membangun backlink.
  3. Forum signature
    Aktiflah di forum sesuai dengan topik blogmu, kemudian buat signature yang mendorong orang untuk mengunjungi link signaturemu, pokoknya usahakan yang bombastis judul linknya. Sering2lah memberikan pendapat dan masukan , tapi ingat jangan spam. Semakin sering maka semakin banyak backlink dan kesempatan orang melihat blogmu
  4. Link exchange
    Tukaran link dengan blog yang temanya relevan atau berkaitan dengan tema blog andaAnda bisa melakukan ini dengan mengunjungi pemilik blog, kemudian mengontaknya dan menawarkan tukar link.
  5. Social Media
    Aktiflah di social bookmarking, seperti Technorati, digg, reddit, twitter, mix dsb. Usahakan sehabis post lakukan update di social media anda, maka semakin sering melakukan maka berkembanglah backlink anda.
  6. Submit artikel
    Submit ke web direktori, utamakan web direktori yang bisa menampilkan/menerima feed blog anda masukkan artikel-artikel yang ada di blog kamu ke web-web yang memungkinkan untuk itu. biasanya ini web-web komunitas. 
  7. Tulisan unik
    Kalau kamu punya tulisan yang unik, menarik dan banyak dicari, pastinya akan lebih mudah ditemukan di web pencarian. Ini nilai yang sangat plus.
  8. Membeli backlink
    Kalau kamu punya dana lebih, kamu bisa melakukan ini. Beli backlink di blog/ web yang menyediakan space untuk ini. Ada pula penyedia jasa yang mengorganisir ini seperti situs  penyedia layanan Backlink berbayar
  9. Submit di Search engine
    Dengan mensubmit situsmu ke searh engine seperti google, yahoo , MSN. Butuh waktu dua minggu agar search engine mengcrawl situsmu. Akan tetapi cara ini sangat efektif agar situsmu terdaftar di search engine.
  10. Bussines Card ,Stiker, T-shirt
    Ini promosi offline dan ini juga untuk yang ada dana lebih. Manfaatkan kartu nama, stiker atau media lain untuk mencantumkan URL blog kamu. Pasti nantinya yang tahu atau dapat itu akan jadi penasaran.

Daftar Situs Penyedia Backlink Gratis

       Dalam hal ini. Situs penyedia Backlink gratisan juga merupakan salah satu hal penting dalam pengembangan website/blog. Tingkat pagerank sebuah situs ditentukan oleh beberapa hal utama, termasuk link yang diberikan oleh situs lain, kualitas link, dan lain sebagainya. Dan tentu ini akan meningkatkan traffic blog.  Salah satu alternatif mendapatkan backlink gratis adalah dengan submit pada website penyedia backlink gratis.

Situs-situs Backlink Gratis :

 Crdenas.net Free Backlinks DAHOAM Free Backlinks Backlink Exchange - Plugboard Enlaces Linkillo Free Backlinks Free Automatic Link Free Automatic Link Free Automatic Link Free Backlinks Linki Linki Free Backlinks  Die Gute Saat  Die Gute Saat Free Automatic Link Free Backlinks Exchange Free Automatic Link kostenlose backlinks  echange de liens Free Automatic Link Free Automatic Link Intercambio de enlaces Free Automatic Link Free Automatic Link Free Automatic Link Free Automatic Elvira Links Free Automatic Link Backlink Exchange - Plugboard  Intercambio gratis de Enlaces Free Backlinks Free Backlinks Free Backlinks   Unlimited Backlink Exchange Unlimited Backlink Exchange  Streichquartett Text Back Links Exchanges  Automatic Backlink Exchange La Bonne Semence Free Automatic Link Free Automatic Linkimage
Web Link Exchange Text Backlink Exchanges  Text Back Link Exchange Text Back Links Exchange  Free Automatic Backlink Best Backlinks daily BookmarksFree Hundred Backlinks Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks Backlinks Builder imageDofollow Backlinks   Free Automatic Backlink Instant Dofollow Backlink is Great SEO Bookimage image image